Seminggu yang lalu, aku belajar satu hal baru di malioboro
jangan parkir di parkiran tengah pasar beringharjo kalau mau jalan2 di malioboro sampai malem
aku kok ya baru ingat, yang namanya pasar, pasti gak buka sampe malem
paling pol juga sampe jam 5 sore
tapi karena aku yang terlalu semangat cari kado di pasar dan gak kepikiran bakal menjelajah malioboro sampe malem, maka dengan polosnya, aku parkir motor di parkiran antara beringharjo bangunan timur dan barat.
Sebenernya dari awal aku juga tidak berniat untuk bertahan di malioboro sampai malem,
tapi karena aku keasyikan mencari kado di mirota batik, dan dilanjutkan menjelajah toko-toko batik sepanjang jalan malioboro, maka jadilah kami menghabiskan sore itu dengan menyusuri sepanjang jalan malioboro dari ujung selatan (mirota batik) sampai ujung utara (hotel garuda).
Setelah selesai perjalanan panjang itu, barulah terpikirkan “motorku gimana ya”
dita berusaha menghibur dengan informasi dia bahwa toko petra buka sampai malem, jadi pasti masih ada tukang parkir di sana.
OK, aku berusaha menenangkan diriku dan pikiranku dari pemikiran2 terburuk.
Awalnya, kami ingin kembali ke daerah pasar beringharjo untuk ambil motor dengan berjalan kaki,
sambil menikmati aura malioboro di malam hari.
Tapi ada yang mendesakku untuk cepat-cepat pulang.
Aku tak bisa berhenti memikirkan motorku dan helm-helm kami yang entah bagaimana nasibnya di sana.
Akhirnya, kami memutuskan untuk naik trans jogja dari hotel garuda menuju pasar beringharjo.
Semakin dekat dengan pasar, hatiku semakin tak karuan,
segala kemungkinan buruk melintas di otakku.
Apalagi setelah turun dari bus, dan melihat jalan kecil ke arah parkiran sudah gelap dan tak banyak aktifitas seperti biasanya.
Aku benar2 ketakutan,
dan yang bisa kami lakukan saat itu adalah jalan dengan setengah berlari sambil saling berpegangan tangan.
Sekitar 20 meter dari motorku seharusnya berada, kami tidak melihat apapun kecuali kegelapan, dan orang-orang yang tidur di emper toko.
Aku bener2 sudah deg-degan.
Semakin kami mendekat, semakin bisa kulihat ada sesuatu berwarna biru di balik lapak kayu yang biasa digunakan penjual emas pinggir pasar untuk jual dan beli emas.
Aku sudah lega, setidaknya motorku masih ada.
Tapi..
tak kutemukan helm satupun.
Aku sebenarnya sudah siap dengan hal ini,
“masih syukur motorku masih”
helm...
aku bisa pulang menyusuri jalan kecil, sampai di kos dita, bisa pinjem helm orang untuk pulang.
Tapi ah.. rasanya terlalu cepat aku pasrah..
dengan harapan kecil, aku berbagi tugas dengan dita untuk menyusuri daerah itu,
walau sebenarnya cukup mengerikan karena gelap, sepi, dan hanya ada beberapa orang yang sedang tidur di emper toko.
Aku melakukan itu karena mengingat kata orang “biasanya maling helm itu gak langsung dibawa pergi, tapi disembunyikan dulu”
sebenarnya aku tak bergitu percaya kata-kata itu,
secaraa,, beberapa kali helmku dan temen2ku hilang,
dan dicari di manapun tetap gak ketemu..
tapi yasudahlah..
aku hanya ingin mencari untuk menhibur diriku sendiri..
tapi tak kusangka,,
lagi-lagi di balik lapak kayu tempat jualan emas yang lain, kulihat helm dita,
hijau mencolok..
tapiiii tanpa tanduk..
kupikir demon telah dicabut tanduknya dengan paksa,
refleks, aku berteriak memanggil dita, mengabarkan bahwa helmnya ketemu, tapi tanpa tanduk,
dan di sebelah helm nya, ada helmku
hufhh betapa leganyaa..
dan lebih senang lagi, ternyata tanduk demon yang hilang bukan ulah orang-orang iseng, tapi memang sudah dimutilasi sama dita sendiri.
Dengan penuh syukur, dan berfikir positif bahwa orang-orang yang menyembunyikan motorku dan helm kami di balik lapak-lapak hanya untuk melindungi barang-barang kami agar tak terlalu mencolok untuk dicolong, akhirnya kami pulang.
Di tengah jalan..
banku bocor!!!
tapi sudah lah …
tak apa....
rasa senangku bahwa motor, helm, dan barang2ku yang tercantel di motorku masih tetap utuh dan aman mengalahkan rasa kesalku karena ban bocor dan harus menuntun motor hingga alun-alun.
Setidaknya kami bisa menikmati alun-alun di malam hari.. :D
Thursday, July 23, 2009
Monday, July 13, 2009
#13
Kupikir, sudah sangat banyak tayangan-tayangan reality show yang muncul di televisi kita.
Mulai dari cari-cari jodoh, memecahkan suatu masalah, berbagi uang, atau melakukan pencarian terhadap seseorang atau keluarga mereka.
Dan pastinya, produk-produk seperti itu menjamur karena memang masyarakat kita 'membutuhkan' itu.
Entah dibutuhkan hanya sebagai tontonan, ataupun sebagai 'biro jasa' penyelesai masalah mereka.
Sudah banyak kudengar mereka disalah-salahkan.
"yang salah ya pembuat acaranya, kekurangan orang kok dimanfaatkan"
atau
"mau-maunya masalah pibadinya dipublikasikan, apa cuma nyari sensasi?"
Aku ingin kali ini berfikir dari sisi lain,
yang mungkin sebelumnya tak pernah kupikirkan karena aku juga sibuk berfikir seperti kebanyakan orang.
Apa yang membuat orang-orang itu mau mengumumkan masalahnya ke seluruh Indonesia?
Apa yang membuat orang-orang itu berharap orang asing yang belum tentu mengenal mereka mampu membantu menyelesaikan masalahnya?
Apa yang sebenarnya mereka butuhkan?
Toh apa yang dilakukan oleh reality show itu bisa dilakukan oleh orang banyak.
Mengikuti orang menggunakan kendaraan secara sembunyi-sembunyi,
menanyakan alamat suatu tempat dengan bertanya dari orang satu ke orang lain,
atau menjadi penengah bila kedua pihak sudah saling bertengkar.
Lalu mengapa mereka memilih acara televisi tersebut untuk memecahkan masalah mereka?
APAKAH TAK ADA SATUPUN TEMAN YANG MAU MEMBANTU MEREKA SAMPAI-SAMPAI MEREKA HARUS MEMINTA BANTUAN KEPADA ORANG ASING???
Entah mengapa pikiran itu melintas di otakku.
Aku tak mau menjadi teman seperti itu.
Aku tak ingin sahabatku tak merasa memiliki aku sehingga mereka harus bersusah payah mencari orang lain yang tak mereka kenal untuk membantu mereka.
Terlepas dari semua prasangka orang mengenai acara-acara reality show seperti itu..
AKU TAK INGIN SAHABATKU MENJADI BAGIAN DARI ORANG-ORANG ITU
Ingatkan aku jika aku mulai menyimpang
membuat kalian merasa tak punya siapa-siapa lagi
tak masalah jika memang hanya aku yang sanggup mendengarkan ceritamu
dan orang-orang lain lebih memilih untuk menyalahkanmu sebelum kau selesai menceritakan masalahmu.
Aku percaya bahwa tak ada yang mutlak benar kecuali Tuhan
dan tak ada yang mutlak salah kecuali setan
dan aku yakin kau bukan keduanya
Jadi bila pemikiranku ini benar,
aku akan selalu ada untukmu kawan..
whoaaaaaa
aku bisa puitis!!!
hihihihihihihi........
Mulai dari cari-cari jodoh, memecahkan suatu masalah, berbagi uang, atau melakukan pencarian terhadap seseorang atau keluarga mereka.
Dan pastinya, produk-produk seperti itu menjamur karena memang masyarakat kita 'membutuhkan' itu.
Entah dibutuhkan hanya sebagai tontonan, ataupun sebagai 'biro jasa' penyelesai masalah mereka.
Sudah banyak kudengar mereka disalah-salahkan.
"yang salah ya pembuat acaranya, kekurangan orang kok dimanfaatkan"
atau
"mau-maunya masalah pibadinya dipublikasikan, apa cuma nyari sensasi?"
Aku ingin kali ini berfikir dari sisi lain,
yang mungkin sebelumnya tak pernah kupikirkan karena aku juga sibuk berfikir seperti kebanyakan orang.
Apa yang membuat orang-orang itu mau mengumumkan masalahnya ke seluruh Indonesia?
Apa yang membuat orang-orang itu berharap orang asing yang belum tentu mengenal mereka mampu membantu menyelesaikan masalahnya?
Apa yang sebenarnya mereka butuhkan?
Toh apa yang dilakukan oleh reality show itu bisa dilakukan oleh orang banyak.
Mengikuti orang menggunakan kendaraan secara sembunyi-sembunyi,
menanyakan alamat suatu tempat dengan bertanya dari orang satu ke orang lain,
atau menjadi penengah bila kedua pihak sudah saling bertengkar.
Lalu mengapa mereka memilih acara televisi tersebut untuk memecahkan masalah mereka?
APAKAH TAK ADA SATUPUN TEMAN YANG MAU MEMBANTU MEREKA SAMPAI-SAMPAI MEREKA HARUS MEMINTA BANTUAN KEPADA ORANG ASING???
Entah mengapa pikiran itu melintas di otakku.
Aku tak mau menjadi teman seperti itu.
Aku tak ingin sahabatku tak merasa memiliki aku sehingga mereka harus bersusah payah mencari orang lain yang tak mereka kenal untuk membantu mereka.
Terlepas dari semua prasangka orang mengenai acara-acara reality show seperti itu..
AKU TAK INGIN SAHABATKU MENJADI BAGIAN DARI ORANG-ORANG ITU
Ingatkan aku jika aku mulai menyimpang
membuat kalian merasa tak punya siapa-siapa lagi
tak masalah jika memang hanya aku yang sanggup mendengarkan ceritamu
dan orang-orang lain lebih memilih untuk menyalahkanmu sebelum kau selesai menceritakan masalahmu.
Aku percaya bahwa tak ada yang mutlak benar kecuali Tuhan
dan tak ada yang mutlak salah kecuali setan
dan aku yakin kau bukan keduanya
Jadi bila pemikiranku ini benar,
aku akan selalu ada untukmu kawan..
whoaaaaaa
aku bisa puitis!!!
hihihihihihihi........
Thursday, July 9, 2009
#12
awalnya aku ingin berbagi cerita (tepatnya menyebarluaskan) kekonyolanku saat untuk yang pertama kalinya aku mencoba untuk melamar kerja.
tapi entah kenapa, di tengah usahaku untuk menulis itu, aku merasa tidak terlalu bangga bercerita bahwa aku menjadi bagian dari orang-orang itu.
orang-orang lulusan universitas terkemuka yang berebut suatu pekerjaan yang sebenarnya belum tentu sesuai dengan kemauan mereka.
aku jauh lebih bangga saat aku mengiklankan pernak-pernik yang kubuat sendiri, dan akhirnya disukai, dibeli dan dipakai orang.
menurutku, itu jauh lebih keren.. :D
tapi sudahlah, aku sedang malas membahas itu
jadi mari kita berbagi cerita yang lain..
berawal binatang favorit sahabatku yang aneh... JERAPAH!!! (kalimatnya memang saya buat sedikit ambigu :D)
salah satu lokasi wisata jogja GEMBIRA LOKA terpikir di otaknya.
dan karena kami teman-temannya yang baik, maka aku bersama 2 orang temanku memutuskan untuk menemani dia berkeliling gembira loka (sok baik, padahal sebenernya pengen juga).
dengan tujuan utama JERAPAH, dan tujuan kedua GORILA, kami mengawali perjalanan itu dengan makan klepon (informasi gak penting).
padahal sebenernya kami blom bener-bener masuk ke area kebun binatang. gimana gak, lha binatang hidup aja blom ketemu, kecuali semut, sama nyamuk.
tapi ya sudahlah, lha wong dita udah kelaparan.. daripada niat ketemu jerapah gagal gara-gara sakit maag kumat?? hehehe piss dit!!!
hewan hidup pertama yang kulihat adalah... gajah!!!
padahal awalnya aku dan dita pengen naik berbagai macam hewan di sana, especially gajah, soalnya menurutku naik gajah segede itu bakal mirip dengan naik appa, binatang impianku..
tapi ternyata, gajah yang kulihat kotor, dan pesing!!! hihihihihi rodo nggilani...
gagal deh mau pura-pura naik appa..
singkat cerita, hampir semua kandang yang ada kami sambangi (ciehhh... kami 'sambangi'... nggaya banget bahasane).
tapi kebanyakan hewan yang ada di dalam kandang hanya diam, tidur, atao tenggelam di dalam kolam yang ada di dalam kandangnya.
gak banyak yang beraktifitas seperti yang seharusnya mereka lakukan.
monyet lompat-lompat, harimau ngaum, kudanil jalan-jalan, yah.. pokoknya aktifitas-aktifitas hewani seperti yang sudah kami harapkan.
yah memang gak semua hewan hanya diam saja, ada aja yang tetep caper seperti beberapa ekor siamang yang berisik dan merak yang pamer ekor (tapi cuma keliatan pantatnya). sisanya?? NDHEKEM!! (yang nggak dong artinya gak usah nyari di google translate, gak bakal ada)
sempet terfikir, apa kami salah waktu berkunjung ya?? sampai-sampai hampir smua hewan di sana masih terlelap, atau... mereka sudah terlalu bosan untuk melihat manusia lalu lalang di atas kandang mereka sambil melempari mereka dengan teriakan, kacang, dan kilasan lampu blitz.
mungkin alasan kedua itu lebih bisa diterima.
apa yang dapat mereka lakukan saat mereka hanya sendiri di dalam dinding semen dan di atasnya penuh dengan kepala manusia yang melongok?
apa yang dapat mereka lakukan bila bahkan mereka sendiri tidak tahu apa yang seharusnya mereka lakukan karena mereka tak pernah hidup di alam mereka yang sebenarnya?
apa yang dapat mereka lakukan bila sekeliling mereka hanya ada 3 hal, genangan air, tanah kering, dan tembok tinggi?
lanjut!!!!
sampai satu sisi danau sudah kami kunjungi, tapi dita hanya bisa bertemu teman lamanya. kandang nomor berapa aku juga lupa, yang jelas sejenis monyet, besar (atau gendut?), dan diam di bawah kolong. difoto juga gak keliatan dit!!
tapi untung tu monyet baik hati, mau keluar kolong barang sebentar biar bisa foto sama temen lamanya :D
dan akhirnya, kami (lebih tepatnya hanya aku dan dita) pingin naik bebek air!!!
tapi mendengar cerita-cerita tentang bebek air di lokasi lain yang tenggelam, ada kecelakaan, plus ngantrinya buanyak... nyaliku ciut juga..
dita juga gak banyak protes, kuanggap dia setuju untuk gagal naik bebek air, dan yang kita lakukan akhirnya adalah..
pura-pura piknik di pinggir danau sambil nggelar mantol dan nyemil.
mantol?? yups.. mantolku dibuat alas duduk di pinggir danau!!!! hahahaha
tenang aja dit, fir, te, bsok kalo aku dah numpang nyuci mantol di tempat cuci motor, kalian ikut tak tagih kok..
sambil menikmati orang-orang naik bebek air yang macet kalo di dekat saluran keluar air, angin sepoi-sepoi, danau kehijau-hijauan (rada hiyeks), banyak/angsa/bebek di seberang, pohon-pohon tinggi, dan lagu-lagu st12, wali, kangen, pokoknya jenis-jenis itulah..(jangan salahkan kami, itu yang masang lagu pihak gembira loka nya), kami menikmati siang sambil membicarakan hal gak penting sampe masalah masa depan.
sok yes banget pake ngomongin masa depan. (sok yes => pinjem istilahnya pipin :D)
capek piknik, perjalanan dilanjutkan dengan (tetap) mencari sosok jerapah yang (katanya) memang ada di gembira loka.
setelah dita mulai menerima kenyataan bahwa memang di sana tidak ada jerapah, didukung dengan pernyataan petugas gembiraloka yang memang katanya gak ada jerapah, akhirnya kami memutuskan pulang.
tapi saudara saudara.....
tepat di ujung perjalanan, batere kamera dah kedap-kedip, dita berhasil menemukan sosok tinggi, coklat belang-belang krem.
tentu saja,,, itu hanya patung jerapah!!!!
hahahahahahahahaha
pengen ketawa ngakak, tapi kasian ditanya..
setidaknya dia sudah menemukan sosok itu
walaupun hanya berupa bentukan semen keras yang catnya sudah lusuh karena (kayaknya) udah pernah dinaikin orang.
hahahahahaha
masih pengen ketawa aja melihat nasib dita yang begitu mengenaskan..
tapi tak apalah..
setidaknya ada patungnya..
bergembiralah dit!!!
=))
tapi entah kenapa, di tengah usahaku untuk menulis itu, aku merasa tidak terlalu bangga bercerita bahwa aku menjadi bagian dari orang-orang itu.
orang-orang lulusan universitas terkemuka yang berebut suatu pekerjaan yang sebenarnya belum tentu sesuai dengan kemauan mereka.
aku jauh lebih bangga saat aku mengiklankan pernak-pernik yang kubuat sendiri, dan akhirnya disukai, dibeli dan dipakai orang.
menurutku, itu jauh lebih keren.. :D
tapi sudahlah, aku sedang malas membahas itu
jadi mari kita berbagi cerita yang lain..
berawal binatang favorit sahabatku yang aneh... JERAPAH!!! (kalimatnya memang saya buat sedikit ambigu :D)
salah satu lokasi wisata jogja GEMBIRA LOKA terpikir di otaknya.
dan karena kami teman-temannya yang baik, maka aku bersama 2 orang temanku memutuskan untuk menemani dia berkeliling gembira loka (sok baik, padahal sebenernya pengen juga).
dengan tujuan utama JERAPAH, dan tujuan kedua GORILA, kami mengawali perjalanan itu dengan makan klepon (informasi gak penting).
padahal sebenernya kami blom bener-bener masuk ke area kebun binatang. gimana gak, lha binatang hidup aja blom ketemu, kecuali semut, sama nyamuk.
tapi ya sudahlah, lha wong dita udah kelaparan.. daripada niat ketemu jerapah gagal gara-gara sakit maag kumat?? hehehe piss dit!!!
hewan hidup pertama yang kulihat adalah... gajah!!!
padahal awalnya aku dan dita pengen naik berbagai macam hewan di sana, especially gajah, soalnya menurutku naik gajah segede itu bakal mirip dengan naik appa, binatang impianku..
tapi ternyata, gajah yang kulihat kotor, dan pesing!!! hihihihihi rodo nggilani...
gagal deh mau pura-pura naik appa..
singkat cerita, hampir semua kandang yang ada kami sambangi (ciehhh... kami 'sambangi'... nggaya banget bahasane).
tapi kebanyakan hewan yang ada di dalam kandang hanya diam, tidur, atao tenggelam di dalam kolam yang ada di dalam kandangnya.
gak banyak yang beraktifitas seperti yang seharusnya mereka lakukan.
monyet lompat-lompat, harimau ngaum, kudanil jalan-jalan, yah.. pokoknya aktifitas-aktifitas hewani seperti yang sudah kami harapkan.
yah memang gak semua hewan hanya diam saja, ada aja yang tetep caper seperti beberapa ekor siamang yang berisik dan merak yang pamer ekor (tapi cuma keliatan pantatnya). sisanya?? NDHEKEM!! (yang nggak dong artinya gak usah nyari di google translate, gak bakal ada)
sempet terfikir, apa kami salah waktu berkunjung ya?? sampai-sampai hampir smua hewan di sana masih terlelap, atau... mereka sudah terlalu bosan untuk melihat manusia lalu lalang di atas kandang mereka sambil melempari mereka dengan teriakan, kacang, dan kilasan lampu blitz.
mungkin alasan kedua itu lebih bisa diterima.
apa yang dapat mereka lakukan saat mereka hanya sendiri di dalam dinding semen dan di atasnya penuh dengan kepala manusia yang melongok?
apa yang dapat mereka lakukan bila bahkan mereka sendiri tidak tahu apa yang seharusnya mereka lakukan karena mereka tak pernah hidup di alam mereka yang sebenarnya?
apa yang dapat mereka lakukan bila sekeliling mereka hanya ada 3 hal, genangan air, tanah kering, dan tembok tinggi?
lanjut!!!!
sampai satu sisi danau sudah kami kunjungi, tapi dita hanya bisa bertemu teman lamanya. kandang nomor berapa aku juga lupa, yang jelas sejenis monyet, besar (atau gendut?), dan diam di bawah kolong. difoto juga gak keliatan dit!!
tapi untung tu monyet baik hati, mau keluar kolong barang sebentar biar bisa foto sama temen lamanya :D
dan akhirnya, kami (lebih tepatnya hanya aku dan dita) pingin naik bebek air!!!
tapi mendengar cerita-cerita tentang bebek air di lokasi lain yang tenggelam, ada kecelakaan, plus ngantrinya buanyak... nyaliku ciut juga..
dita juga gak banyak protes, kuanggap dia setuju untuk gagal naik bebek air, dan yang kita lakukan akhirnya adalah..
pura-pura piknik di pinggir danau sambil nggelar mantol dan nyemil.
mantol?? yups.. mantolku dibuat alas duduk di pinggir danau!!!! hahahaha
tenang aja dit, fir, te, bsok kalo aku dah numpang nyuci mantol di tempat cuci motor, kalian ikut tak tagih kok..
sambil menikmati orang-orang naik bebek air yang macet kalo di dekat saluran keluar air, angin sepoi-sepoi, danau kehijau-hijauan (rada hiyeks), banyak/angsa/bebek di seberang, pohon-pohon tinggi, dan lagu-lagu st12, wali, kangen, pokoknya jenis-jenis itulah..(jangan salahkan kami, itu yang masang lagu pihak gembira loka nya), kami menikmati siang sambil membicarakan hal gak penting sampe masalah masa depan.
sok yes banget pake ngomongin masa depan. (sok yes => pinjem istilahnya pipin :D)
capek piknik, perjalanan dilanjutkan dengan (tetap) mencari sosok jerapah yang (katanya) memang ada di gembira loka.
setelah dita mulai menerima kenyataan bahwa memang di sana tidak ada jerapah, didukung dengan pernyataan petugas gembiraloka yang memang katanya gak ada jerapah, akhirnya kami memutuskan pulang.
tapi saudara saudara.....
tepat di ujung perjalanan, batere kamera dah kedap-kedip, dita berhasil menemukan sosok tinggi, coklat belang-belang krem.
tentu saja,,, itu hanya patung jerapah!!!!
hahahahahahahahaha
pengen ketawa ngakak, tapi kasian ditanya..
setidaknya dia sudah menemukan sosok itu
walaupun hanya berupa bentukan semen keras yang catnya sudah lusuh karena (kayaknya) udah pernah dinaikin orang.
hahahahahaha
masih pengen ketawa aja melihat nasib dita yang begitu mengenaskan..
tapi tak apalah..
setidaknya ada patungnya..
bergembiralah dit!!!
=))
Thursday, June 18, 2009
#11
woooiiiii pembeli adalah raja!!!
pengeeeen banget neriakin kata itu di depan petugas sebuah tempat fotokopian yang sepintas terlihat punya fasilitas yang sangat lengkap dan bagus.
tempat fotokopian itu emang gak jual apa2, tapi bukannya saat kita forokopi di sana itu berarti kita udah beli kertas, tinta ato apalah yang dibutuhin untuk menciptakan hasil fotokopian yang nantinya dikasih ke kita.
tempat fotokopian itu besar, ada di deket area kampus, sekolah, lokasi umum, yang notabene banyak orang bersliweran di sana, alatnya banyak, lengkap, pegawainya pun saking banyaknya sampai ada yang cuma leyeh-leyeh gara-gara gak ada kerjaan.
seharusnya tempat kayak gitu udah menjamin kualitas barang ato layanan terhadap pelanggan itu bagus, tapi???
udah dua kali aku dikecewakan di sana. gak cuma dikecewakan, tapi dibikin dongkol, sebel, pengen lempar gunting yang udah stand by di meja tempat ku nunggu hasil fotokopian.
peristiwa pertama
waktu musim um ugm, aku termasuk orang yang gak ngerti-ngerti amat tentang denah lokasi fakultas-fakultas di ugm. alhasil, aku dapet peta ukuran gede yang udah lengkap ada nama fakultas, dan nomor-nomor ujian yang ujian di fakultas itu.
karna itu peta punya orang, jadilah aku inisiatif buat fotokopi, itung-itung biar kalo tar lupa lagi, gak mesti tanya-tanya orang.
karna di beberapa tempat fotokopian area ugm gak ada yang punya fasilitas mesin fotokopian buat kertas segede itu, akhirnya aku dilempar ke tempat fotokopian ini.
awal aku buka pintu fotokopian, udah disambut dengan tawa (inget, tawa, bukan senyum!!) sinis sang pegawai yang berkata "pasti fotokopi peta!". padahal aku blom bilang apapun ke mereka!!
tanpa ba bi bu lagi, dengan gaya sok bossy, pegawai itu langsung nunjuk ke bagian dalam tempat fotokopian tanpa aku ngerti apa maksud dia.
secara... itu baru pertama kali aku masuk di tempat itu dan setauku di setiap tempat fotokopian pelanggan hanya tinggal duduk di depan, menyebutkan request, lalu kertas dibawa ke belakang, ato samping, ato bagian manapun yang punya jatah nglakukin tugas, dan jadi!!!
mungkin karna saat itu tampangku bener-bener memperlihatkan bahwa aku gak tau apa yang dimakskud dengan pegawai itu dengan tunjuk-tunjuk bagian belakang tempat fotokopian tanpa berkata apapun, akhirnya dia berkata "masuk aja ke sana mbaaak..!!" dengan gaya seakan-akan aku adalah orang yang paling bodoh karena gitu aja gak ngerti.
akhirnya setelah sekian detik berfikir dan mengikuti arah tangan pegawai itu, aku baru sadar bahwa di samping belakang ruang itu ada pintu masuk ke ruang lain.
dan karena udah sebel liat petugas yang (sangat) menyebalkan itu, aku langsung masuk aja ke ruang dalam itu,
gak peduli itu beneran maksud petugasnya ato bukan.
dan.. ternyata benar, di dalam ruang itu ada ruang lagi yang penuh dengan mesin fotokopian yang bentuknya macem-macem.
ok, kupikir karna petugas di sini terlihat lebih profesional, kupikir pelayanan buruk yang kudapatkan di depan tadi gak akan berulang. ternyataa..
gak jauh beda!!
"pasti peta lagi!! hoi... peta lagi ni!!!"
pegawai yang mendatangi aku dan kupikir akan mengatakan sesuatu yang lebih baik ternyata malah mengatakan hal itu. gimana gak tambah sebel??!!!
alhasil, aku keluar dari tempat fotokopian itu dengan perasaan terhina (agak lebay kalo ini), sebel, dongkol, dan mengingatkan diri sendiri buat gak dateng ke tempat fotokopian itu lagi.
peristiwa kedua
udah sekian lama peristiwa pertama terlupakan, sampai-sampai aku lupa bahwa di fotokopian itu, pelayanannya sangat menyebalkan.
hingga kemaren, saat aku butuh fotokopi kualitas bagus tapi harus cepat karna dosen sudah menunggu, aku pergi ke tempat fotokopian itu bareng sama temenku, berharap, cepet difotokopi, dia mau cepet pulang, dan aku ketemu dosen dengan sukses.
tapi ternyata.. harapan tinggal harapan..
setelah aku utarakan maksudku fotokopi apa dll dll.. petugas itu berkata "tapi kami gak tanggung jawab lho kalo kertasnya rusak!!"
aku emang mau fotokopi dengan kertas yang kubawa sendiri, yang tidak lazim tapi aku yakin udah banyak yang fotokopi pake kertas itu.
tapi setidaknya katakan dengan lebih baik kan bisa!!
"maaf mbak, ada kemungkinan kertasnya rusak kalo buat fotokopi, gimana?"
ato kalimat apalah yang lebih ramah seperti layaknya pegawai melayani pelanggan.
dan karena aku terburu-buru dan bingung karena takut kertasku benar-rusak, aku berkata "trus gimana mas? saya butuh fotokopi pakai ini?!"
dan percakapan singkat itu diakhiri dengan aksi tunjuk tangan ke arah ruang dalam seperti peristiwa pertama.
merasa dejavu dengan aksi itu, aku langsung inget peristiwa pertama yang sempet bikin aku illfeel itu dan memutuskan langsung masuk ke bagian dalam tanpa perlu berkata terimakasih untuk pelayanan yang aneh itu.
sesampainya di dalam, tanpa kutahu jenis antrian yang dianut sistem pelayanan di sana, aku didatangi oleh sang pegawai yang menanyakan apa kebutuhanku di sana.
padahal, aku jelas-jelas tahu kalo mas-mas di sampingku datang lebih dulu.
merasa mendapatkan keberuntungan karena dilayani terlebih dahulu, aku membiarkan kertasku diambil oleh petugas dengan menyebutkan apa kebutuhanku.
lagi-lagi aku dihadapkan pada pernyataan "tapi kami tidak tanggung jawab kalau kertasnya rusak ya mbak"
setelah itu kupikir kertasku akan langsung diproses tapi ternyata??
diletakkan begitu saja di atas mesin fotokopian dan mengerjakan pekerjaan yang lain.
berusaha berfikir positif bahwa mungkin ada pekerjaan lain yang harus dilakukan petugas itu, aku membiarkannya melakukan hal yang lain.
tapi ternyataaaa
kertasku diletakkan begitu saja selama sekitar 15 menit.
sedangkan di sibuk melayani pelanggan lain di ruangan itu.
sampai akhirnya karena aku dan temanku sudah tidak sabar dan mengetuk-ngetuk meja dengan gunting yang ada di sana, kertas ku diproses juga.
tapi ternyata tidak berhasil secepat itu, waktu diproses pun kertasku masih ditinggal-tinggal mengerjakan hal lain.
dan setelah kusadari, aku berada di sana jauh lebih lama dari yang lain.
karena saat aku pulang, hanya ada aku saja pelanggan yang tersisa saat itu.
dan setelah melihat waktu, aku baru sadar,
AKU ADA DI SANA SELAMA SETENGAH JAM HANYA UNTUK FOTOKOPI 5 LEMBAR!!!!
benar-benar mengesalkan!!!!!
pengeeeen banget neriakin kata itu di depan petugas sebuah tempat fotokopian yang sepintas terlihat punya fasilitas yang sangat lengkap dan bagus.
tempat fotokopian itu emang gak jual apa2, tapi bukannya saat kita forokopi di sana itu berarti kita udah beli kertas, tinta ato apalah yang dibutuhin untuk menciptakan hasil fotokopian yang nantinya dikasih ke kita.
tempat fotokopian itu besar, ada di deket area kampus, sekolah, lokasi umum, yang notabene banyak orang bersliweran di sana, alatnya banyak, lengkap, pegawainya pun saking banyaknya sampai ada yang cuma leyeh-leyeh gara-gara gak ada kerjaan.
seharusnya tempat kayak gitu udah menjamin kualitas barang ato layanan terhadap pelanggan itu bagus, tapi???
udah dua kali aku dikecewakan di sana. gak cuma dikecewakan, tapi dibikin dongkol, sebel, pengen lempar gunting yang udah stand by di meja tempat ku nunggu hasil fotokopian.
peristiwa pertama
waktu musim um ugm, aku termasuk orang yang gak ngerti-ngerti amat tentang denah lokasi fakultas-fakultas di ugm. alhasil, aku dapet peta ukuran gede yang udah lengkap ada nama fakultas, dan nomor-nomor ujian yang ujian di fakultas itu.
karna itu peta punya orang, jadilah aku inisiatif buat fotokopi, itung-itung biar kalo tar lupa lagi, gak mesti tanya-tanya orang.
karna di beberapa tempat fotokopian area ugm gak ada yang punya fasilitas mesin fotokopian buat kertas segede itu, akhirnya aku dilempar ke tempat fotokopian ini.
awal aku buka pintu fotokopian, udah disambut dengan tawa (inget, tawa, bukan senyum!!) sinis sang pegawai yang berkata "pasti fotokopi peta!". padahal aku blom bilang apapun ke mereka!!
tanpa ba bi bu lagi, dengan gaya sok bossy, pegawai itu langsung nunjuk ke bagian dalam tempat fotokopian tanpa aku ngerti apa maksud dia.
secara... itu baru pertama kali aku masuk di tempat itu dan setauku di setiap tempat fotokopian pelanggan hanya tinggal duduk di depan, menyebutkan request, lalu kertas dibawa ke belakang, ato samping, ato bagian manapun yang punya jatah nglakukin tugas, dan jadi!!!
mungkin karna saat itu tampangku bener-bener memperlihatkan bahwa aku gak tau apa yang dimakskud dengan pegawai itu dengan tunjuk-tunjuk bagian belakang tempat fotokopian tanpa berkata apapun, akhirnya dia berkata "masuk aja ke sana mbaaak..!!" dengan gaya seakan-akan aku adalah orang yang paling bodoh karena gitu aja gak ngerti.
akhirnya setelah sekian detik berfikir dan mengikuti arah tangan pegawai itu, aku baru sadar bahwa di samping belakang ruang itu ada pintu masuk ke ruang lain.
dan karena udah sebel liat petugas yang (sangat) menyebalkan itu, aku langsung masuk aja ke ruang dalam itu,
gak peduli itu beneran maksud petugasnya ato bukan.
dan.. ternyata benar, di dalam ruang itu ada ruang lagi yang penuh dengan mesin fotokopian yang bentuknya macem-macem.
ok, kupikir karna petugas di sini terlihat lebih profesional, kupikir pelayanan buruk yang kudapatkan di depan tadi gak akan berulang. ternyataa..
gak jauh beda!!
"pasti peta lagi!! hoi... peta lagi ni!!!"
pegawai yang mendatangi aku dan kupikir akan mengatakan sesuatu yang lebih baik ternyata malah mengatakan hal itu. gimana gak tambah sebel??!!!
alhasil, aku keluar dari tempat fotokopian itu dengan perasaan terhina (agak lebay kalo ini), sebel, dongkol, dan mengingatkan diri sendiri buat gak dateng ke tempat fotokopian itu lagi.
peristiwa kedua
udah sekian lama peristiwa pertama terlupakan, sampai-sampai aku lupa bahwa di fotokopian itu, pelayanannya sangat menyebalkan.
hingga kemaren, saat aku butuh fotokopi kualitas bagus tapi harus cepat karna dosen sudah menunggu, aku pergi ke tempat fotokopian itu bareng sama temenku, berharap, cepet difotokopi, dia mau cepet pulang, dan aku ketemu dosen dengan sukses.
tapi ternyata.. harapan tinggal harapan..
setelah aku utarakan maksudku fotokopi apa dll dll.. petugas itu berkata "tapi kami gak tanggung jawab lho kalo kertasnya rusak!!"
aku emang mau fotokopi dengan kertas yang kubawa sendiri, yang tidak lazim tapi aku yakin udah banyak yang fotokopi pake kertas itu.
tapi setidaknya katakan dengan lebih baik kan bisa!!
"maaf mbak, ada kemungkinan kertasnya rusak kalo buat fotokopi, gimana?"
ato kalimat apalah yang lebih ramah seperti layaknya pegawai melayani pelanggan.
dan karena aku terburu-buru dan bingung karena takut kertasku benar-rusak, aku berkata "trus gimana mas? saya butuh fotokopi pakai ini?!"
dan percakapan singkat itu diakhiri dengan aksi tunjuk tangan ke arah ruang dalam seperti peristiwa pertama.
merasa dejavu dengan aksi itu, aku langsung inget peristiwa pertama yang sempet bikin aku illfeel itu dan memutuskan langsung masuk ke bagian dalam tanpa perlu berkata terimakasih untuk pelayanan yang aneh itu.
sesampainya di dalam, tanpa kutahu jenis antrian yang dianut sistem pelayanan di sana, aku didatangi oleh sang pegawai yang menanyakan apa kebutuhanku di sana.
padahal, aku jelas-jelas tahu kalo mas-mas di sampingku datang lebih dulu.
merasa mendapatkan keberuntungan karena dilayani terlebih dahulu, aku membiarkan kertasku diambil oleh petugas dengan menyebutkan apa kebutuhanku.
lagi-lagi aku dihadapkan pada pernyataan "tapi kami tidak tanggung jawab kalau kertasnya rusak ya mbak"
setelah itu kupikir kertasku akan langsung diproses tapi ternyata??
diletakkan begitu saja di atas mesin fotokopian dan mengerjakan pekerjaan yang lain.
berusaha berfikir positif bahwa mungkin ada pekerjaan lain yang harus dilakukan petugas itu, aku membiarkannya melakukan hal yang lain.
tapi ternyataaaa
kertasku diletakkan begitu saja selama sekitar 15 menit.
sedangkan di sibuk melayani pelanggan lain di ruangan itu.
sampai akhirnya karena aku dan temanku sudah tidak sabar dan mengetuk-ngetuk meja dengan gunting yang ada di sana, kertas ku diproses juga.
tapi ternyata tidak berhasil secepat itu, waktu diproses pun kertasku masih ditinggal-tinggal mengerjakan hal lain.
dan setelah kusadari, aku berada di sana jauh lebih lama dari yang lain.
karena saat aku pulang, hanya ada aku saja pelanggan yang tersisa saat itu.
dan setelah melihat waktu, aku baru sadar,
AKU ADA DI SANA SELAMA SETENGAH JAM HANYA UNTUK FOTOKOPI 5 LEMBAR!!!!
benar-benar mengesalkan!!!!!
Sunday, June 14, 2009
#10
aku tiba-tiba ingat aku punya blog!!!
hahahahahaha.....
sudah sekian bulan blog ini terlupakan,
OK, mulai sekarang,, aku akan memulainya lagi..
START!!!!!
hahahahahaha.....
sudah sekian bulan blog ini terlupakan,
OK, mulai sekarang,, aku akan memulainya lagi..
START!!!!!
Wednesday, September 17, 2008
#9
"menjaga hati itu tidak mudah"
aku akhirnya mengerti artinya
dan aku akan berusaha melakukannya
doakan..
aku akhirnya mengerti artinya
dan aku akan berusaha melakukannya
doakan..
#8
Hari ini aku belajar untuk bersyukur
aku bersyukur aku ditinggal sendiri sehingga aku memiliki waktu lebih untuk menyadari apa yang telah kulakukan
aku bersyukur aku diberi air mata sehingga aku tahu bahwa aku masih memiliki hati
aku bersyukur aku bisa merasa bersedih karena itu berarti aku tahu rasanya bahagia
aku bersyukur aku bisa merasa sendiri karena itu berarti aku tahu rasanya bersama
aku jatuh, agar tahu bagaimana cara untuk bangun
ayolah nin, hidup harus penuh semangat!!!
ganbatte!!!
-aku yang sedang berusaha menghibur diri sendiri-
aku bersyukur aku ditinggal sendiri sehingga aku memiliki waktu lebih untuk menyadari apa yang telah kulakukan
aku bersyukur aku diberi air mata sehingga aku tahu bahwa aku masih memiliki hati
aku bersyukur aku bisa merasa bersedih karena itu berarti aku tahu rasanya bahagia
aku bersyukur aku bisa merasa sendiri karena itu berarti aku tahu rasanya bersama
aku jatuh, agar tahu bagaimana cara untuk bangun
ayolah nin, hidup harus penuh semangat!!!
ganbatte!!!
-aku yang sedang berusaha menghibur diri sendiri-
Subscribe to:
Posts (Atom)